Kegiatan di BIMBEL BRILLIANT dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia
Kelas
: LK01-LEC
Dosen
: SRI HUTOMO D1415
Waktu
: Selasa, 05
April 2016
Jam
: 15.00
WIB – 17.00 WIB
Anggota Yang Hadir :
Ketua
: Abhirama Budiawan
Anggota
:
1. Muhammad
Rofi’i
2. Clarisa
Valencia
3. Kevin
Subakti
4. Dionisius
Anggota Yang
Tidak Hadir :
- Aliefsyhfikry
Foto Tim yang hadir :
Kajian teori
Pendidikan Kewarganegaraan
merupakan program nasional yang wajar diikuti oleh setiap peserta didik. Tujuan
utama dari pendidikan kewarganegaraan ini adalah menumbuhkan sikap cinta
terhadap bangsa dan negara Indonesia yang sering disebut dengan nasionalisme.
Nasionalisme tentu saja tidak diekspresikan tanpa sikap kritis setiap warga
negara. Nasionalisme harus dibangun diatas kesadaran setiap warga negara
mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tujuan berdirinya negara,
identitas negara dan karakteristik budaya dan teritori negara.
Warga negara merupakan salah
satu elemen penting dari sebuah Negara. Sebuah negara tidak akan pernah ada
tanpa warga negara. Hubungan antara warga negara dalam sebuah negara demokrasi
secara fundamental berbasis pada hak-hak setiap individu untuk diperlakukan
secara sama. Setiap individu memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga
negara. Untuk itu, keberadaan dan kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh
karakter yang dimiliki warga negaranya.
Semakin baik karakter warga negara, semakin kondusif kemajuan negara
tersebut. Karakter baik dan diharapkan menjadi habitus setiap warga negara
sebagaimana dijelaskan diatas terdiri dari:
- Memperlakukan setiap orang sebagai
subyek yang setara.
- Memperjuangkan dan menegakkan keadilan
- Saling tolong menolong untuk
mewujudkan HAM dari setiap individu yaitu untuk memperoleh
Pendidikan.
- Menghormati setiap orang sebagai
sesama warga negara
- Memiliki rasa cinta terhadap negara.
- Taat pada hukum
- Berpartisipasi dalam hidup
berkomunitas
- Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan,
bangsa dan negara.
Berpartisipasi dalam
kehidupan dapat diaplikasikan dalam dua dimensi, yakni partisipasi aktif dan
pasif. Aktif berarti mau melibatkan dalam kehidupan komunitas. Partisipasi
dalam kehidupan komunitas dalam konteks ini merupakan salah satu metode untuk
membangun hubungan baik dengan sesama warga negara. Sedangkan partisipasi yang
pasif berarti tidak menciptakan kegiatan yang mengganggu kesejahteraan atau
kenyamanan warga negara yang lainnya. Partisipasi dalam kehidupan komunitas
akan membuat kehidupan yang lebih kondusif. Bila setiap komunitas terdiri dari
warga negara yang partisipasinya tinggi, maka negara tersebut tentu akan
menjadi lebih maju.
Persiapan
Kami dari kelompok 6, melakukan kegiatan mengajar pada minggu ketiga.
Seperti sebelum kami berangkat ke Bimble Brillian, kami selalu berkumpul
dilobby Binus University Alam Sutra untuk berangkat bersama-sama. Setelah
sampai di bimbel brillian kami langsung berbagi kelompok melakukan
kegiatan. Pada kelompok pertama yang beranggotakan Muhammad Roffi’I dan Kevin
Subakti bertugas untuk mengajar pada tingkat SD. Untuk kelompok kedua yang
beranggotakan Abhirama Budiawan dan Clarisa Valencia Bertugas untuk mengajar
pada tingkat SMP. Sedangkan untuk kelompok ketiga yang beranggotakan Dionisius
yang dibantu oleh guru bimble disana bertugas mengajar pada tingkat SMA-K. Pada
pertemuan diminggu ketiga ini kami berprinsip untuk harus bisa lebih baik lagi dari pertemuan
sebelumnya, bersikap jauh lebih aktif bertanya terhadap materi yang tidak bisa,
dan lebih aktif lagi terhadap anak-anak yang diajar, supaya anak-anak yang kami
ajar dapat meniru keaktifan yang seperti kami lakukan supaya mereka tidak
malu-malu bertanya jika mereka tidak mengerti tentang materi yang sedang di
ajarkan.
Hal-hal positif dari metode bimbel:
1. Anak - anak lebih aktif berpartisipasi
seperti bertanya ketika materi yang kurang mereka pahami
dipahami dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya dikarenakan sudah
saling mengenal.
2. Anak - anak lebih serius dalam
memahami pelajaran mereka.
3, Anak - anak lebih ekspresif dan
terbuka kepada kami.
Hal-hal negatif dari metode bimbel:
1. Anak - anak susah untuk fokus dikarenakan sudah saling mengenal dengan
kami sehingga susah untuk serius.
Evaluasi Internal :
Jumlah kehadiran : 5 orang
Jumlah yang tidak hari : 1 orang
Koordinasi dalam tim : Sudah cukup baik
Kehadiran tepat waktu : Tepat waktu
Berikut form Evaluasi kami yang ketiga dari Bimble brilliant



Tidak ada komentar:
Posting Komentar