Minggu, 15 Mei 2016

Pertemuan keenam bimble brillian

Kegiatan  di BIMBEL BRILLIANT dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia



Kelas                        : LK01-LEC
Dosen                      : SRI HUTOMO D1415
Waktu                      : Selasa, 10 Meil 2016
Jam                         : 15.00 WIB – 17.00 WIB
Lokasi                      : perumahan banjar wijaya blok b46 no 32, Tangerang


Anggota Yang Hadir :
Ketua              : Abhirama Budiawan
Anggota          :
1.  Muhammad Rofi’i
2.  Clarisa Valencia
3.  Kevin Subakti
4.  Dionisius
 Anggota Yang Tidak Hadir :
Aliefsyhfikry


Foto Tim yang hadir :

Kajian Teori

            Pada dasarnya tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk memperluas wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas bangsa Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, profesional, bertanggung  jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.

        Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan yang mengingatkan setiap orang akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajiban warga negara agar setiap hal yang dikerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak jauh dari apa yang diharapkan. Karena memiliki nilai yang sangat penting, pendidikan ini sudah diterapkan sejak usia dini di setiap jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi agar menghasikan penerus –penerus bangsa yang berkompeten dan siap dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Dasarnya tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk memperluas wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas bangsa Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, profesional, bertanggung  jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.

        Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan menumbuhkankan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai perilaku yang:
·                        Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
·                        Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masnyarakat berbangsa dan bernegara. 
·                        Rasional, dinamis, dan sabar akan hak dan kewajiban warga negara. 
·                        Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara. 
·                        Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara. 
         Melalui pendidikan Kewarganegaraan , warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami”, menganalisa, serta menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat , bangsa dan negaranya secara konsisten dalam cita-cita dan tujuan nasional seperti yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.

Persiapan
            Pada tanggal 17 Mei 2016, Seperti sudah lama tidak mengajar di karenakan kepotong waktu UTS, kami pun mengajar kembali, bedanya minggu ini merupakan minggu pertemuan terakhir kami dalam mengajar bimbel di BIMBEL Brilliant, terasa sedih di karenakan kami sudah terbiasa bersama untuk mengajar, bahkan kami sudah cukup ramah satu sama lainnya, kami kelompok 6 sangat senang karena di berikan kesempatan untuk dapat mengajar, belajar satu sama lainnya, dan yang pasti menambah pengalaman yang sangat menarik dan berguna buat kami di kedepannya, persiapan kami di minggu ini hampir sama dengan minggu sebelumnya, hanya saja kami menghabiskan waktu dengan memperbanyak sesi sharing, berbagi canda tawa, dan mungkin lebih terkesan santai. Akan tetapi kami juga tetap mengingat akan kewajiban kita untuk mengajar, oleh sebab itu kita fokus serius belajar-mengajar terlebih dahulu kemudian berlanjut dengan sesi sharing dan foto-foto. Anak- anakpun dari minggu ke minggu semakin bersemangat untuk belajar, itu merupakan salah satu alesan kami untuk  terus bersemangat mengajari dan berbagi ilmu kepada adik-adik yang ada di BIMBEL Brilliant.




Kesimpulan
            Waktu berasa berjalan dengan cepat, tidak berasa kami sudah sampai pada minggu terakhir dimana kami dapat mengajar di BIMBEL Brilliant. Begitu banyak suka-duka yang kami rasakan selama mengajar di sana. Anak-anak yang sangat bersemangat dan antusias dalam belajar membuat kami semakin bersemangat dalam mengajar, mereka semua adalah anak-anak pintar dan pada dasarnya mereka semua mau berusaha untuk belajar, itulah yang membuat kami bangga dan belajar juga dari mereka. Kami semua baru kenal akan tetapi kami semua sudah saling akrab bahkan kami merasa seperti kami memiliki keluarga baru. Dan kami pun merasa dengan senang hati menjalani semua kegiatan ini, untuk kedepannya kami akan menjadikan semua pengalaman yang kami dapat untuk proses pembelajaran hidup yang yang lebih baik  untuk kedepannya. Semoga segala rangkaian kegiatan yang telah di lakukan selama ini dapat membawa dampak positif untuk kita semuanya.

Hal-hal positif dalam metode bimbel:
1.    Kami dapat mengulang kembali pelajaran yang belum begitu kami mengerti.
2.    Anak-anak lebih mudah mengerti.
Hal-hal negative dalam metode bimbel:
1.    Anak-anak sering tidak focus
2.    Sering mengobrol satu sama lain
Dapat disimpulkan dalam praktik mengajar pada pertemuan pertama ini anak-anak sangat senang dan bahagia.

Berikut form evaluasi kami yang keempat dari bimbel brilliant:

Minggu, 08 Mei 2016

Pertemuan kelima bimble brillian

Kegiatan  di BIMBEL BRILLIANT dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia



Kelas                        : LK01-LEC
Dosen                      : SRI HUTOMO D1415
Waktu                      : Selasa, 03 Meil 2016
Jam                         : 15.00 WIB – 17.00 WIB
Lokasi                      : perumahan banjar wijaya blok b46 no 32, Tangerang

Anggota Yang Hadir :
Ketua              : Abhirama Budiawan
Anggota          :
1.  Muhammad Rofi’i
2.  Clarisa Valencia
3.  Kevin Subakti
4.  Dionisius
 Anggota Yang Tidak Hadir :
Aliefsyhfikry

Foto Tim yang hadir :


Kajian Teori
CB Kewarganegaraan adalah bagaimana kita belajar menjadi seorang warna negara yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara, Tujuan kita belajar CB Kewarganegaraan adalah untuk membentuk karakter diri yang bijaksana dan bertanggung jawab bagi masalah-masalah yang ada di negara kita.
Persiapan
Kami dari kelompok 6, melakukan kegiatan mengajar pada minggu kelima. Seperti biasa sebelum kami berangkat ke Bimble Brillian, kami selalu berkumpul dilobby Binus University Alam Sutra untuk berangkat bersama-sama. Setelah sampai di bimbel brillian kami langsung berbagi kelompok  melakukan kegiatan. Pada kelompok pertama yang beranggotakan Muhammad Roffi’I dan Kevin Subakti bertugas untuk mengajar pada tingkat SD. Untuk kelompok kedua yang beranggotakan Abhirama Budiawan, Clarisa Valencia, dan Dionisius Bertugas untuk mengajar pada tingkat SMP. Karena tingkat SMA sudah belom datang karena banyak yang sudah lulus. Pada minggu ke lima ini kami sudah mulai aktif dalam mengajarkan anak-anak yang ada di bimbel.


Hal-hal positif dalam metode bimbel:
1.    Kami dapat mengulang kembali pelajaran yang belum begitu kami mengerti.
2.    Anak-anak lebih mudah mengerti.
Hal-hal negative dalam metode bimbel:
1.    Anak-anak sering tidak focus
2.    Sering mengobrol satu sama lain
Dapat disimpulkan dalam praktik mengajar pada pertemuan pertama ini anak-anak sangat senang dan bahagia.

Berikut form evaluasi kami yang kelima dari bimbel brilliant:


Minggu, 17 April 2016

Pertemuan keempat bimble brillian

Kegiatan  di BIMBEL BRILLIANT dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia

Kelas                        : LK01-LEC
Dosen                      : SRI HUTOMO D1415
Waktu                      : Selasa, 12 April 2016
Jam                         : 15.00 WIB – 17.00 WIB
Lokasi                      : perumahan banjar wijaya blok b46 no 32, Tangerang

Anggota Yang Hadir :
Ketua              : Abhirama Budiawan
Anggota          :
1.  Muhammad Rofi’i
2.  Clarisa Valencia
3.  Kevin Subakti
4.  Dionisius
 Anggota Yang Tidak Hadir :
Aliefsyhfikry

Foto Tim yang hadir :



Kajian teori
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan program nasional yang wajar diikuti oleh setiap peserta didik. Tujuan utama dari pendidikan kewarganegaraan ini adalah menumbuhkan sikap cinta terhadap bangsa dan negara Indonesia yang sering disebut dengan nasionalisme. Nasionalisme tentu saja tidak diekspresikan tanpa sikap kritis setiap warga negara. Nasionalisme harus dibangun diatas kesadaran setiap warga negara mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tujuan berdirinya negara, identitas negara dan karakteristik budaya dan teritori negara.
Warga negara merupakan salah satu elemen penting dari sebuah Negara. Sebuah negara tidak akan pernah ada tanpa warga negara. Hubungan antara warga negara dalam sebuah negara demokrasi secara fundamental berbasis pada hak-hak setiap individu untuk diperlakukan secara sama. Setiap individu memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Untuk itu, keberadaan dan kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki warga negaranya.  Semakin baik karakter warga negara, semakin kondusif kemajuan negara tersebut. Karakter baik dan diharapkan menjadi habitus setiap warga negara sebagaimana dijelaskan diatas terdiri dari:
-         Memperlakukan setiap orang sebagai subyek yang setara.
-         Memperjuangkan dan menegakkan keadilan
-         Saling tolong menolong untuk mewujudkan HAM dari setiap individu yaitu untuk memperoleh  
          Pendidikan.
-         Menghormati setiap orang sebagai sesama warga negara
-         Memiliki rasa cinta terhadap negara.
-         Taat pada hukum
-         Berpartisipasi dalam hidup berkomunitas
-         Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, 
          bangsa dan negara.
Berpartisipasi dalam kehidupan dapat diaplikasikan dalam dua dimensi, yakni partisipasi aktif dan pasif. Aktif berarti mau melibatkan dalam kehidupan komunitas. Partisipasi dalam kehidupan komunitas dalam konteks ini merupakan salah satu metode untuk membangun hubungan baik dengan sesama warga negara. Sedangkan partisipasi yang pasif berarti tidak menciptakan kegiatan yang mengganggu kesejahteraan atau kenyamanan warga negara yang lainnya. Partisipasi dalam kehidupan komunitas akan membuat kehidupan yang lebih kondusif. Bila setiap komunitas terdiri dari warga negara yang partisipasinya tinggi, maka negara tersebut tentu akan menjadi lebih maju.

Persiapan
      Kami dari kelompok 6, melakukan kegiatan mengajar pada minggu keempat. Seperti sebelum kami berangkat ke Bimble Brillian, kami selalu berkumpul dilobby Binus University Alam Sutra untuk berangkat bersama-sama. Setelah sampai di bimbel brillian kami langsung berbagi kelompok  melakukan kegiatan. Pada kelompok pertama yang beranggotakan Muhammad Roffi’I dan Kevin Subakti bertugas untuk mengajar pada tingkat SD. Untuk kelompok kedua yang beranggotakan Abhirama Budiawan dan Clarisa Valencia Bertugas untuk mengajar pada tingkat SMP. Sedangkan untuk kelompok ketiga yang beranggotakan Dionisius yang dibantu oleh guru bimble disana bertugas mengajar pada tingkat SMA-K. Pada pertemuan diminggu ketiga ini kami berprinsip untuk  harus bisa lebih baik lagi dari pertemuan sebelumnya, bersikap jauh lebih aktif bertanya terhadap materi yang tidak bisa, dan lebih aktif lagi terhadap anak-anak yang diajar, supaya anak-anak yang kami ajar dapat meniru keaktifan yang seperti kami lakukan supaya mereka tidak malu-malu bertanya jika mereka tidak mengerti tentang materi yang sedang di ajarkan.





Hal-hal positif dalam metode bimbel:
1.    Kami dapat mengulang kembali pelajaran yang belum begitu kami mengerti.
2.    Anak-anak lebih mudah mengerti.
Hal-hal negative dalam metode bimbel:
1.    Anak-anak sering tidak focus
2.    Sering mengobrol satu sama lain
Dapat disimpulkan dalam praktik mengajar pada pertemuan pertama ini anak-anak sangat senang dan bahagia.

Berikut form evaluasi kami yang keempat dari bimbel brilliant:



Minggu, 10 April 2016

Pertemuan Ketiga Bimbel brillian

Kegiatan  di BIMBEL BRILLIANT dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia



Kelas                        : LK01-LEC
Dosen                      : SRI HUTOMO D1415
Waktu                      : Selasa, 05 April 2016
Jam                         : 15.00 WIB – 17.00 WIB
Lokasi                      : perumahan banjar wijaya blok b46 no 32, Tangerang

Anggota Yang Hadir :
Ketua              : Abhirama Budiawan
Anggota          :
1.  Muhammad Rofi’i
2.  Clarisa Valencia
3.  Kevin Subakti
4.  Dionisius
 Anggota Yang Tidak Hadir :
- Aliefsyhfikry

Foto Tim yang hadir :




Kajian teori
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan program nasional yang wajar diikuti oleh setiap peserta didik. Tujuan utama dari pendidikan kewarganegaraan ini adalah menumbuhkan sikap cinta terhadap bangsa dan negara Indonesia yang sering disebut dengan nasionalisme. Nasionalisme tentu saja tidak diekspresikan tanpa sikap kritis setiap warga negara. Nasionalisme harus dibangun diatas kesadaran setiap warga negara mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tujuan berdirinya negara, identitas negara dan karakteristik budaya dan teritori negara.
Warga negara merupakan salah satu elemen penting dari sebuah Negara. Sebuah negara tidak akan pernah ada tanpa warga negara. Hubungan antara warga negara dalam sebuah negara demokrasi secara fundamental berbasis pada hak-hak setiap individu untuk diperlakukan secara sama. Setiap individu memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Untuk itu, keberadaan dan kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki warga negaranya.  Semakin baik karakter warga negara, semakin kondusif kemajuan negara tersebut. Karakter baik dan diharapkan menjadi habitus setiap warga negara sebagaimana dijelaskan diatas terdiri dari:
-         Memperlakukan setiap orang sebagai subyek yang setara.
-         Memperjuangkan dan menegakkan keadilan
-         Saling tolong menolong untuk mewujudkan HAM dari setiap individu yaitu untuk memperoleh  
          Pendidikan.
-         Menghormati setiap orang sebagai sesama warga negara
-         Memiliki rasa cinta terhadap negara.
-         Taat pada hukum
-         Berpartisipasi dalam hidup berkomunitas
-         Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, 
          bangsa dan negara.
Berpartisipasi dalam kehidupan dapat diaplikasikan dalam dua dimensi, yakni partisipasi aktif dan pasif. Aktif berarti mau melibatkan dalam kehidupan komunitas. Partisipasi dalam kehidupan komunitas dalam konteks ini merupakan salah satu metode untuk membangun hubungan baik dengan sesama warga negara. Sedangkan partisipasi yang pasif berarti tidak menciptakan kegiatan yang mengganggu kesejahteraan atau kenyamanan warga negara yang lainnya. Partisipasi dalam kehidupan komunitas akan membuat kehidupan yang lebih kondusif. Bila setiap komunitas terdiri dari warga negara yang partisipasinya tinggi, maka negara tersebut tentu akan menjadi lebih maju.

Persiapan
      Kami dari kelompok 6, melakukan kegiatan mengajar pada minggu ketiga. Seperti sebelum kami berangkat ke Bimble Brillian, kami selalu berkumpul dilobby Binus University Alam Sutra untuk berangkat bersama-sama. Setelah sampai di bimbel brillian kami langsung berbagi kelompok  melakukan kegiatan. Pada kelompok pertama yang beranggotakan Muhammad Roffi’I dan Kevin Subakti bertugas untuk mengajar pada tingkat SD. Untuk kelompok kedua yang beranggotakan Abhirama Budiawan dan Clarisa Valencia Bertugas untuk mengajar pada tingkat SMP. Sedangkan untuk kelompok ketiga yang beranggotakan Dionisius yang dibantu oleh guru bimble disana bertugas mengajar pada tingkat SMA-K. Pada pertemuan diminggu ketiga ini kami berprinsip untuk  harus bisa lebih baik lagi dari pertemuan sebelumnya, bersikap jauh lebih aktif bertanya terhadap materi yang tidak bisa, dan lebih aktif lagi terhadap anak-anak yang diajar, supaya anak-anak yang kami ajar dapat meniru keaktifan yang seperti kami lakukan supaya mereka tidak malu-malu bertanya jika mereka tidak mengerti tentang materi yang sedang di ajarkan. 







 Hal-hal positif dari metode bimbel:
1. Anak - anak lebih aktif berpartisipasi seperti bertanya ketika materi yang kurang mereka pahami
    dipahami dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya dikarenakan sudah saling  mengenal.
2. Anak - anak lebih serius dalam memahami pelajaran mereka.
3, Anak - anak lebih ekspresif dan terbuka kepada kami.

Hal-hal negatif dari metode bimbel:
1.       Anak - anak susah untuk fokus dikarenakan sudah saling mengenal dengan kami sehingga susah untuk serius.


Evaluasi Internal :
Jumlah kehadiran  : 5 orang
Jumlah yang tidak hari : 1 orang
Koordinasi dalam tim  : Sudah cukup baik
Kehadiran tepat waktu  : Tepat waktu
Berikut form Evaluasi kami yang ketiga dari Bimble brilliant