Minggu, 17 April 2016

Pertemuan keempat bimble brillian

Kegiatan  di BIMBEL BRILLIANT dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia

Kelas                        : LK01-LEC
Dosen                      : SRI HUTOMO D1415
Waktu                      : Selasa, 12 April 2016
Jam                         : 15.00 WIB – 17.00 WIB
Lokasi                      : perumahan banjar wijaya blok b46 no 32, Tangerang

Anggota Yang Hadir :
Ketua              : Abhirama Budiawan
Anggota          :
1.  Muhammad Rofi’i
2.  Clarisa Valencia
3.  Kevin Subakti
4.  Dionisius
 Anggota Yang Tidak Hadir :
Aliefsyhfikry

Foto Tim yang hadir :



Kajian teori
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan program nasional yang wajar diikuti oleh setiap peserta didik. Tujuan utama dari pendidikan kewarganegaraan ini adalah menumbuhkan sikap cinta terhadap bangsa dan negara Indonesia yang sering disebut dengan nasionalisme. Nasionalisme tentu saja tidak diekspresikan tanpa sikap kritis setiap warga negara. Nasionalisme harus dibangun diatas kesadaran setiap warga negara mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tujuan berdirinya negara, identitas negara dan karakteristik budaya dan teritori negara.
Warga negara merupakan salah satu elemen penting dari sebuah Negara. Sebuah negara tidak akan pernah ada tanpa warga negara. Hubungan antara warga negara dalam sebuah negara demokrasi secara fundamental berbasis pada hak-hak setiap individu untuk diperlakukan secara sama. Setiap individu memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Untuk itu, keberadaan dan kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki warga negaranya.  Semakin baik karakter warga negara, semakin kondusif kemajuan negara tersebut. Karakter baik dan diharapkan menjadi habitus setiap warga negara sebagaimana dijelaskan diatas terdiri dari:
-         Memperlakukan setiap orang sebagai subyek yang setara.
-         Memperjuangkan dan menegakkan keadilan
-         Saling tolong menolong untuk mewujudkan HAM dari setiap individu yaitu untuk memperoleh  
          Pendidikan.
-         Menghormati setiap orang sebagai sesama warga negara
-         Memiliki rasa cinta terhadap negara.
-         Taat pada hukum
-         Berpartisipasi dalam hidup berkomunitas
-         Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, 
          bangsa dan negara.
Berpartisipasi dalam kehidupan dapat diaplikasikan dalam dua dimensi, yakni partisipasi aktif dan pasif. Aktif berarti mau melibatkan dalam kehidupan komunitas. Partisipasi dalam kehidupan komunitas dalam konteks ini merupakan salah satu metode untuk membangun hubungan baik dengan sesama warga negara. Sedangkan partisipasi yang pasif berarti tidak menciptakan kegiatan yang mengganggu kesejahteraan atau kenyamanan warga negara yang lainnya. Partisipasi dalam kehidupan komunitas akan membuat kehidupan yang lebih kondusif. Bila setiap komunitas terdiri dari warga negara yang partisipasinya tinggi, maka negara tersebut tentu akan menjadi lebih maju.

Persiapan
      Kami dari kelompok 6, melakukan kegiatan mengajar pada minggu keempat. Seperti sebelum kami berangkat ke Bimble Brillian, kami selalu berkumpul dilobby Binus University Alam Sutra untuk berangkat bersama-sama. Setelah sampai di bimbel brillian kami langsung berbagi kelompok  melakukan kegiatan. Pada kelompok pertama yang beranggotakan Muhammad Roffi’I dan Kevin Subakti bertugas untuk mengajar pada tingkat SD. Untuk kelompok kedua yang beranggotakan Abhirama Budiawan dan Clarisa Valencia Bertugas untuk mengajar pada tingkat SMP. Sedangkan untuk kelompok ketiga yang beranggotakan Dionisius yang dibantu oleh guru bimble disana bertugas mengajar pada tingkat SMA-K. Pada pertemuan diminggu ketiga ini kami berprinsip untuk  harus bisa lebih baik lagi dari pertemuan sebelumnya, bersikap jauh lebih aktif bertanya terhadap materi yang tidak bisa, dan lebih aktif lagi terhadap anak-anak yang diajar, supaya anak-anak yang kami ajar dapat meniru keaktifan yang seperti kami lakukan supaya mereka tidak malu-malu bertanya jika mereka tidak mengerti tentang materi yang sedang di ajarkan.





Hal-hal positif dalam metode bimbel:
1.    Kami dapat mengulang kembali pelajaran yang belum begitu kami mengerti.
2.    Anak-anak lebih mudah mengerti.
Hal-hal negative dalam metode bimbel:
1.    Anak-anak sering tidak focus
2.    Sering mengobrol satu sama lain
Dapat disimpulkan dalam praktik mengajar pada pertemuan pertama ini anak-anak sangat senang dan bahagia.

Berikut form evaluasi kami yang keempat dari bimbel brilliant:



Minggu, 10 April 2016

Pertemuan Ketiga Bimbel brillian

Kegiatan  di BIMBEL BRILLIANT dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia



Kelas                        : LK01-LEC
Dosen                      : SRI HUTOMO D1415
Waktu                      : Selasa, 05 April 2016
Jam                         : 15.00 WIB – 17.00 WIB
Lokasi                      : perumahan banjar wijaya blok b46 no 32, Tangerang

Anggota Yang Hadir :
Ketua              : Abhirama Budiawan
Anggota          :
1.  Muhammad Rofi’i
2.  Clarisa Valencia
3.  Kevin Subakti
4.  Dionisius
 Anggota Yang Tidak Hadir :
- Aliefsyhfikry

Foto Tim yang hadir :




Kajian teori
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan program nasional yang wajar diikuti oleh setiap peserta didik. Tujuan utama dari pendidikan kewarganegaraan ini adalah menumbuhkan sikap cinta terhadap bangsa dan negara Indonesia yang sering disebut dengan nasionalisme. Nasionalisme tentu saja tidak diekspresikan tanpa sikap kritis setiap warga negara. Nasionalisme harus dibangun diatas kesadaran setiap warga negara mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tujuan berdirinya negara, identitas negara dan karakteristik budaya dan teritori negara.
Warga negara merupakan salah satu elemen penting dari sebuah Negara. Sebuah negara tidak akan pernah ada tanpa warga negara. Hubungan antara warga negara dalam sebuah negara demokrasi secara fundamental berbasis pada hak-hak setiap individu untuk diperlakukan secara sama. Setiap individu memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Untuk itu, keberadaan dan kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki warga negaranya.  Semakin baik karakter warga negara, semakin kondusif kemajuan negara tersebut. Karakter baik dan diharapkan menjadi habitus setiap warga negara sebagaimana dijelaskan diatas terdiri dari:
-         Memperlakukan setiap orang sebagai subyek yang setara.
-         Memperjuangkan dan menegakkan keadilan
-         Saling tolong menolong untuk mewujudkan HAM dari setiap individu yaitu untuk memperoleh  
          Pendidikan.
-         Menghormati setiap orang sebagai sesama warga negara
-         Memiliki rasa cinta terhadap negara.
-         Taat pada hukum
-         Berpartisipasi dalam hidup berkomunitas
-         Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, 
          bangsa dan negara.
Berpartisipasi dalam kehidupan dapat diaplikasikan dalam dua dimensi, yakni partisipasi aktif dan pasif. Aktif berarti mau melibatkan dalam kehidupan komunitas. Partisipasi dalam kehidupan komunitas dalam konteks ini merupakan salah satu metode untuk membangun hubungan baik dengan sesama warga negara. Sedangkan partisipasi yang pasif berarti tidak menciptakan kegiatan yang mengganggu kesejahteraan atau kenyamanan warga negara yang lainnya. Partisipasi dalam kehidupan komunitas akan membuat kehidupan yang lebih kondusif. Bila setiap komunitas terdiri dari warga negara yang partisipasinya tinggi, maka negara tersebut tentu akan menjadi lebih maju.

Persiapan
      Kami dari kelompok 6, melakukan kegiatan mengajar pada minggu ketiga. Seperti sebelum kami berangkat ke Bimble Brillian, kami selalu berkumpul dilobby Binus University Alam Sutra untuk berangkat bersama-sama. Setelah sampai di bimbel brillian kami langsung berbagi kelompok  melakukan kegiatan. Pada kelompok pertama yang beranggotakan Muhammad Roffi’I dan Kevin Subakti bertugas untuk mengajar pada tingkat SD. Untuk kelompok kedua yang beranggotakan Abhirama Budiawan dan Clarisa Valencia Bertugas untuk mengajar pada tingkat SMP. Sedangkan untuk kelompok ketiga yang beranggotakan Dionisius yang dibantu oleh guru bimble disana bertugas mengajar pada tingkat SMA-K. Pada pertemuan diminggu ketiga ini kami berprinsip untuk  harus bisa lebih baik lagi dari pertemuan sebelumnya, bersikap jauh lebih aktif bertanya terhadap materi yang tidak bisa, dan lebih aktif lagi terhadap anak-anak yang diajar, supaya anak-anak yang kami ajar dapat meniru keaktifan yang seperti kami lakukan supaya mereka tidak malu-malu bertanya jika mereka tidak mengerti tentang materi yang sedang di ajarkan. 







 Hal-hal positif dari metode bimbel:
1. Anak - anak lebih aktif berpartisipasi seperti bertanya ketika materi yang kurang mereka pahami
    dipahami dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya dikarenakan sudah saling  mengenal.
2. Anak - anak lebih serius dalam memahami pelajaran mereka.
3, Anak - anak lebih ekspresif dan terbuka kepada kami.

Hal-hal negatif dari metode bimbel:
1.       Anak - anak susah untuk fokus dikarenakan sudah saling mengenal dengan kami sehingga susah untuk serius.


Evaluasi Internal :
Jumlah kehadiran  : 5 orang
Jumlah yang tidak hari : 1 orang
Koordinasi dalam tim  : Sudah cukup baik
Kehadiran tepat waktu  : Tepat waktu
Berikut form Evaluasi kami yang ketiga dari Bimble brilliant

Minggu, 03 April 2016

Pertemuan Kedua Bimbel brillian

Kegiatan  di BIMBEL BRILLIANT dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia


Kelas                        : LK01-LEC
Dosen                      : SRI HUTOMO D1415
Waktu                      : Selasa, 29 Maret 2016
Jam                         : 15.00 WIB – 17.00 WIB
Lokasi                      : perumahan banjar wijaya blok b46 no 32, Tangerang

Anggota Yang Hadir :
Ketua              : Abhirama Budiawan
Anggota          :
1.  Muhammad Rofi’i
2.  Clarisa Valencia
3.  Kevin Subakti
4.  Dionisius
 Anggota Yang Tidak Hadir :
Aliefsyhfikry

Foto Tim yang hadir :


kajian teori
CB Kewarganegaraan merupakan matakuliah yang mengajarkan tentang hak dan kewajiban kita sebagai warga Negara Indonesia. tujuan di adakannya mata kuliah CB Kewarganegaraan adalah alat untuk membentuk karakter Mahasiswa menjadi lebih baik dan dapat menjadi Mahasiswa yang berakhlak dan berguna bagi bangsa dan negara.
Persiapan
      Kami dari kelompok 6, melakukan kegiatan mengajar pada minggu kedua. Seperti biasa sebelum kami berangkat ke bimble billian, kami selalu berkumpul dilobby Binus University Alam Sutra untuk berangkat bersama-sama. Setelah sampai di bimbel brillian kami langsung berbagi kelompok  melakukan kegiatan. Pada kelompok pertama yang beranggotakan Muhammad Roffi’I dan Kevin Subakti bertugas untuk mengajar pada tingkat SD. Untuk kelompok kedua yang beranggotakan Abhirama Budiawan dan Clarisa Valencia Bertugas untuk mengajar pada tingkat SMP. Sedangkan untuk kelompok ketiga yang beranggotakan Dionisius yang dibantu oleh guru bimble disana bertugas mengajar pada tingkat SMA-K. Pada pertemuan kedua ini kami di haruskan bersikap lebih aktif dari pertemuan pertama, agar adik-adik yang kami ajar dapat meniru keaktifan kami supaya mereka tidak malu-malu bertanya jika mereka tidak mengerti tentang materi yang sedang di ajarkan. 



Hal-hal positif dalam metode bimbel:
1.    Kami dapat mengulang kembali pelajaran yang belum begitu kami mengerti.
2.    Anak-anak lebih mudah mengerti.
Hal-hal negative dalam metode bimbel:
1.    Anak-anak sering tidak focus
2.    Sering mengobrol satu sama lain
Dapat disimpulkan dalam praktik mengajar pada pertemuan pertama ini anak-anak sangat senang dan bahagia.

Berikut form evaluasi kami yang kedua dari bimbel brilliant: